Tampilkan postingan dengan label Tugas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas. Tampilkan semua postingan
Rabu, 21 Maret 2012 1 komentar

DCL dan normalisasi

Postingan kali ini masih berhubungan dengan Database dan sistem basis data, cuma kali ini akan membahas tentang pengertian dan penjelasan DCL (Data Control Language), bagaimana teknik normalisasi, pengertian dan penjelasan teknik normalisasi, contoh perintah perintah pada DCL (Data Control Language), contoh kasus pada teknik normalisasi. berikut akan dijelaskan dari pembahasan diatas :

Perintah perintah pada DCL

Sebelum kita mengenal apa saja perintah perintah pada DCL, sebaiknya kita mengenal dulu tentang pengertian dan penjelasan DCL. DCL adalah perintah-perintah yang digunakan untuk membantu mengontrol keamanan setiap database atau sebagian isi dari database dengan membuat hak – hak akses tertentu bagi setiap user.
Perintah tersebut adalah :  
a. Grant
b. Revoke

Penjelasan tentang Grant 

- GRANT : Digunakan untuk memberikan hak akses oleh administrator (pemilik utama) server kepada user (pengguna biasa). Hak akses tersebut berupa hak membuat (CREATE), mengambil (SELECT), menghapus (DELETE), mengubah (UPDATE), dan hak khusus berkenaan dengan sistem databasenya.
- Grant berfungsi juga untuk membuat user baru dan memberikan hak istimewa.
- Grant digunakan untuk  memberikan privilege kepada tabel yang didefinisikan kepada pemakai lain.

- Privilege untuk pemakai dalam perintah grant didefinisikan dengan  menggunakan nama-nama privilege. Nama privilege memudahkan admin untuk dapat memberikan privilege tanpa harus tahu apa  nama field dan tabel yang harus diisi.
- Perintah grant secara otomatis akan menambah data pemakai apabila  data nama pemakai yang disertakan pada perintah tersebut belum ada  dalam tabel user. Perintah grant memudahkan administrator untuk tidak  perlu melakukan perintah pendefinisian privilege dengan menggunakan  sql.  Karena dengan menggunakan sql, kita harus hafal nama tabel yang  harus diisi, field apa saja yang harus diisi, jumlah field yang harus diisi.

Sintak Umum :  GRANT hak_akses ON nama_tabel TO pemakai;
  GRANT ALL PRIVILEGES ON database_name.* TO ‘myuser’
IDENTIFIED BY ‘mypassword’;
Contoh Penggunaan :
1. GRANT SELECT ON Point_Of_Sales.jenis TO Febe;
2. GRANT SELECT ON Point_Of_Sales.jenisTO Winda;
3. GRANT SELECT ON Point_Of_Sales.item TO Elfrida;
4. GRANT ALL PRIVILEGES ON Point_Of_Sales.User TO Admin;
5. GRANT ALL ON Point_Of_Sales.jualDetail TO Admin
6. SHOW GRANTS FOR root@localhost;
7. SHOW GRANTS FOR Admin;
8. GRANT SELECT,INSERT ON Point_Of_Sales.jualDetail TO kasir;
9. GRANT SELECT(Kode,Nama) ON Point_Of_Sales.jenis TO Elfrida;
10. GRANT UPDATE (kodeItem,NmItem,kategori,Harga) ON Point_Of_Sales.item TO Elfrida;

Penjelasan tentang Revoke

REVOKE : Perintah ini memiliki kegunaan terbalik dengan GRANT, yaitu untuk menghilangkan hak akses yang telah diberikan kepada user oleh administrator atau mencabut hak-hak dari seorang user terhadap database tertentu atau sebagian isi dari database.

Sintak Umum Revoke : 

REVOKE hak_akses ON nama_tabel FROM                     namaAccount@namaHost;

Menghapus batasan hak akses utk database & tabel :

REVOKE hak_akses ON nama_database.nama_tabel
FROM user;

Menghapus batasan hak akses untuk kolom tertentu :

REVOKE hak_akses(field1,field2, field3,…) ON 
nama_database.nama_tabel FROM user
Penulisan perintah revoke :

- Hak akses(field) : kita harus memberikan sedikitnya satu hak akses.  Untuk setiap hak akses yang diberikan, dapat juga diberikan daftar field  yang diletakkan dalam kurung, dan dipisahkan dengan tanda koma. Contoh : REVOKE select (nim, nama), update, insert(nim), …
- NamaTabel : merupakan nama tabel yang dikenal hak akses tersebut, harus ada sedikitnya satu nama tabel. Dan dapat menggunakan simbol asterik (*) untuk mewakili semua tabel pada database aktif. Penulisan namaTabel dapat juga diikuti oleh nama database diikuti nama tabel yang dipisahkan dengan tanda titik. Menggunakan simbol *.* berarti semua  database dan semua tabel yang dikenai hak akses tersebut.

Perintah-perintah lain yang termasuk dalam data control language adalah :
a. Commit
Merupakan perintah yang digunakan untuk memindahkan transaksi dari memory pemrosesan ke database atau menyimpan secara permanen perubahan-perubahan kedalam database.
b. Rollback
Merupakan perintah yang digunakan untuk membatalkan transaksi yang belum di commit atau membatalkan perubahan-perubahan terakhir dari perintah commit/rollback terakhir.

Contoh normalisasi pada kasus lain

Sebelum mengetahui contoh normalisasi pada kasus kasus yang nyata, baiknya kita harus mengetahui dahulu pengertian dan penjelasan teknik normalisasi itu.

Teknik Normalisasi merupakan sebuah cara untuk membuat database dengan terstruktur dan terorganisasi supaya data terisimpan dalam tabel dengan baik dan efisien tanpa adanya pengulangan data(redudansi data).
Istilah normalisasi dapat disederhanakan menjadi memecah relasi menjadi beberapa tabel untuk mendapat database yang optimal

Contoh Normalisasi Pada Kasus Lainnya,

Memiliki field dengan banyak data / tidak tunggal

no_id tanggal nama_mahasiswa buku
1 06/03/2012 Achmad program, desain, animasi
2 06/03/2012 Aloy blog, program, musik
3 06/03/2012 Budi animasi, program, video
4 06/03/2012 Charlie website, audio

Contoh teknik normalisasi sampai ketiga


Teknik Normalisasi Pertama :
Membuat dan menentukan primary key pada tablenya, supaya setiap data atau field field lainya tergantung hanya pada satu field yaitu yang dijadikan primary key. pada kasus ini field nim yang akan dijadikan primary key bukan id_buku atau id_penerbit.
Keterangan : field yang dicetak miring yaitu primary key

tbl_peminjaman
nim nama_mahasiswa id_buku judul_buku id_penerbit penerbit
4311122006 Malik Aslam 1221 program C++ 35 Alex W
4311122007 M. fadli 1322 membuat animasi 55 Dian Sastro
4311122025 Muharam 1422 belajar program 23 Wiji S
4311122008 Nabila 1321 audio video 55 Dian Sastro
4311122014 Tiara Rahmawati 1221 program C++ 35 Alex W

Teknik Normalisasi Kedua :
lalu pada teknik yang kedua, field field yang tergantung pada satu field harus dipisahkan, seperti pada contoh field judul_buku tergantung pada field id_buku dan penerbit tergantung dengan field id_penerbit, maka dari itu field tersebut di pisahkan dengan tabel peminjaman, sehingga harus dibuat tabel yang terpisah.

tbl_peminjaman
nim nama_mahasiswa id_buku id_penerbit
4311122006 Malik Aslam 1221 35
4311122007 M. fadli 1322 55
4311122025 Muharam 1422 23
4311122008 Nabila 1321 55
4311122014 Tiara Rahmawati 1221 35

tbl_buku
id_buku judul_buku
1221 program C++
1322 membuat animasi
1422 belajar program
1321 audio video
1221 belajar program

tbl_penerbit
id_penerbit penerbit
35 Alex W
55 Dian Sastro
23 Wiji S
55 Dian Sastro
35 Alex W

Teknik Normalisasi Ketiga :
selanjutnya teknik normalisasi ketiga, setelah field field dipisah sehingga dibuat table yang baru, maka waktunya pembenahan data. Diketahui sebelumnya pada tabel buku record kelima terdapat keganjilan data yang tidak sesuai dengan field id_bukunya dan pada tabel penerbit pun terdapat redudansi data atau pengulangan data, maka dari itu tabel buku dan tabel penerbit harus diperbaiki dan diubah sehingga tidak terjadinya kesalahan dalam penyimpanan data, seperti pada contoh di bawah ini :

tbl_buku
id_buku judul_buku
1221 program C++
1322 membuat animasi
1422 belajar program
1321 audio video

tbl_penerbit
id_penerbit penerbit
35 Alex W
55 Dian Sastro
23 Wiji S

kurang lebih seperti itu cara teknik normalisasi sampai ketiga pada database, sebenarnya masih banyak lagi contoh teknik normalisasi pada database, seperti normalisasi Boyce-Codd, normalisasi keempat dan lain lain, hanya yang lainnya itu jarang di gunakan, dan yang digunakan hanya normalisasi sampai ketiga saja.



Tags :  dcl dan normalisasi , pengertian dcl, definisi dcl, apa itu dcl?, pengertian normalisasi, pengertian teknik normalisasi , penulisan perintah dcl , perintah perintah dcl, contoh normalisasi pada kasus lainnya, contoh table menggunakan teknik normalisasi, teknik normalisasi, pengertian commit dan rollback, pengertian commit, pengertian rollback, normalisasi database, normalisasi dan dcl
Read More..
Jumat, 02 Maret 2012 2 komentar

DML dan Entity Relationship Diagram

Pada postingan kali ini di khususkan untuk tugas basis data, di sini akan di bahas tentang penjelasan secara singkat dari macam macam atribut, apa itu Diagram E-R dan fungsi fungsinya, penjelasan tentang 4 simbol utama dari Diagram E-R, contoh dari masing masing kardinalitas dalam Diagram E-R, lalu penjelasan tentang apa yang dimaksud dengan spesialisasi dan generalisasi.

berikut penjelasannya tentang DML dan ERD (Entity Relationship Diagram) :

Penjelasan singkat dari macam macam atribut

Atribut
berfungsi untuk mendeskripsikan entitas, dan atribut mempunyai nilai (harga). Contoh atribut untuk entitas pegawai misalnya nama, alamat, tempat dan tanggal lahir, dll. Atribut digambarkan dengan simbol ellips. Atribut dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu :

- Atribut sederhana/atomic, yaitu atribut yang tidak dapat dibagi-bagi menjadi atribut yang lebih sederhana (mendasar).
- Atribut komposit, yaitu atribut yang terdiri dari beberapa atribut yang lebih mendasar.
- Atribut Berharga tunggal (single valued attribute), yaitu atribut yang hanya mempunyai satu harga untuk suatu entitas tertentu.
- Atribut berharga ganda (multi valued attribute), yaitu atribut yang dapat terdiri dari sekumpulan harga untuk suatu entitas tertentu. 
- Null-value, yaitu atribut yang tidak mempunyai nilai dan tidak diketahui harganya. 
- Atribut kunci yaitu atribut yang unik dari suatu entitas dan nilai dari atribut kunci akan berbeda untuk masing-masing entitas. Atribut kunci dapat berupa atribut sederhana atau komposit. Atribut memiliki value set (domain) yang digunakan untuk mendefinisikan harga nilai yang dapat dimiliki oleh atribut dari suatu entitas.
Pengertian Diagram E-R (ERD) dan fungsinya

ERD merupakan suatu model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data berdasarkan objek-objek dasar data yang mempunyai hubungan antar relasi.

ERD berfungsi untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data, untuk menggambarkannya digunakan beberapa notasi dan simbol.

Penjelasan tentang 4 simbol utama dari Diagram E-R

Setelah mengetahui apa itu Diagram E-R atau biasa disebut Entity Relationship Diagram, selanjutnya kita akan membahas tentang 4 simbol utama dari Diagram E-R. Berikut penjelasannya :

a. Entiti


Entiti merupakan objek yang mewakili sesuatu yang nyata dan dapat dibedakan dari sesuatu yang lain. Simbol dari entiti ini biasanya digambarkan dengan persegi panjang.

b. Atribut

Setiap entitas pasti mempunyai elemen yang disebut atribut yang berfungsi untuk mendeskripsikan karakteristik dari entitas tersebut. Isi dari atribut mempunyai sesuatu yang dapat mengidentifikasikan isi elemen satu dengan yang lain. Gambar atribut diwakili oleh simbol elips.

c. Hubungan / Relasi

Hubungan antara sejumlah entitas yang berasal dari himpunan entitas yang berbeda. Relasi dapat digambarkan sebagai berikut :
Relasi yang terjadi diantara dua himpunan entitas (misalnya A dan B) dalam satu basis data yaitu  :
1). Satu ke satu (One to one)
Hubungan relasi satu ke satu yaitu setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas B.
2). Satu ke banyak (One to many)
Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi setiap entitas pada entitas B dapat berhubungan dengan satu entitas pada himpunan entitas A.
3). Banyak ke banyak (Many to many)
Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B. mendeskripsikan karakteristik dari entitas tersebut. Isi dari atribut mempunyai sesuatu yang dapat mengidentifikasikan isi elemen satu dengan yang lain. Gambar atribut diwakili oleh simbol elips.

d. Garis
Sebagai penghubung antara relasi dengan entitas, relasi dan entitas dan atribut
Contoh masing masing Kardinalitas dari Diagram E-R
Kardinalitas pemetaan atau rasio kardinalitas menunjukkan jumlah entitas yang dapat dihubungkan ke satu entity lain dengan suatu relasi. Contoh masing masing kardinalitas dari Diagram E-R meliputi :
1. Hubungan satu ke satu (one to one).
Yaitu satu entity dalam A dihubungkan dengan maksimum satu entity dalam B.
2. Hubungan satu ke banyak (one to many)
Yaitu satu entity dalam A dihubungkan dengan sejumlah entity dalam B. Satu entity dalam B dihubungkan dengan maksimum satu entity dalam A.
3. Hubungan banyak ke satu (many to one)
Yaitu satu entity dalam A dihubungkan dengan maksimum satu entity dalam B. Satu entity dalam B dapat dihubungkan dengan sejumlah entity dalam A.
4. Hubungan banyak ke banyak (many to many).
Satu entity dalam A dihubungkan dengan sejumlah entity dalam B, & satu entity dalam B dihubungkan dengan sejumlah entity dalam A.
Gambar Kardinalitas Pemetaan :


Pengertian dan Perbedaan Spesialisasi dan Generalisasi

Spesialisasi
Spesialisasi adalah Proses mendesain subgrup di dalam suatu entity . Suatu himpunan entitas bisa memiliki suatu subgrup yang berbeda diantara entitas-entitas lain dalam himpunan tersebut. Misalnya suatu sub himpunan entitasdalam suatu himpunan entity bisa memiliki atribut yang berbeda dari entity-entiti lain. Model E-R memiliki fasilitas untuk perbedaan ini.
Contoh : himpunan entitas account memiliki atribut account-number dan balance. Suatu account dapat diklasifikasikan lagi menjadi salah satu dari (gambar 4.5):
savings-account
checking-account
Setiap tipe account ini diterangkan dengan himpunan atribut yang termasuk dalam atribut-atribut dari entitas account ditambah dengan atribut tambahan. Contoh entity saving-account diterangkan dengan atribut interest-rate, danchecking-account diterangkan dengan overdraft-amount. Proses spesialisasi mengijinkan pembedaan account berdasarkan tipe account. Account juga dapat dibedakan dengan cara lain, misalkan berdasarkan tipe kepemilikkan menjadi commercial-account dan personal-account. Ketika dalam suatu entitas dibentuk lebih dari satu proses spesialisasi, maka suatu entitas menjadi milik dua spesialisasi tersebut. Misal suatu account bisa merupakan suatu personal account dan suatu checking account. Dalam diagram E-R, spesialisasi dilambangkan dengan komponen segitiga bertuliskan ISA. ISA juga melambangkan hubungan antara superclass-subclass. Entity yang dengan kedudukkan lebih rendah/tinggi memiliki lambang sama.
Generalisasi
Generalisasi adalah proses  pendefinisian  subclass-subclass yang  disatukan  menjadi entitas  superclass  tunggal  berdasarkan karakteristik umumDisamping proses desain top-down (dari inisial entitas ke level lebih rendah (subgrup)), desain juga dapat dilakukan dengan proses bottom-up, yaitu banyak entitas disintesiskan menjadi entity yang lebih tinggi berdasarkan kesamaan feature-nya.
Desainer basis data mungkin mengidentifikasi terlebih dulu entitas checking-account dengan atribut account-number, balance dan overdraftamount. Ditemukan juga entity set saving-account dengan atribut account-number, balance dan interest-rate. Terdapat kesamaan antara entitas checking-account dengan entitas saving-account, yaitu keduanya memiliki beberapa atribut yang sama. Persamaan ini dapat diekspresikan dengan generalisasi (lihat gambar 4.5).
sumber : 

Read More..
Minggu, 26 Februari 2012 2 komentar

DDL dan Perancangan Basis Data

Asalamualaikum, postingan kali ini saya akan menjelaskan tentang bagaimana perancangan basis data, tujuan perancangan basis data, apa itu macro lifecycle dan micro lifecycle lalu apa perbedaannya, langkah apa saja yang di lakukan pada tahap pengumpulan dan analisa data, apa yang dimaksud dengan Transaction Througput, dan contoh merancang basis data dengan melakukan pengumpulan dan analisa data pada kasus aplikasi sendiri.


Sebelum masuk ke perancangan mengenai basis data, ada baiknya kita mengenal apa itu DDL terlebih dahulu. DDL (Data Definition Language) digunakan untuk mendefinisikan, mengubah dan menghapus basis data dan objek objek yang diperlukan, misalnya tabel, view, user, index dan sebagainya. DDL biasa digunakan oleh DBA dalam pembuatan sebuah aplikasi basis data.

Apa tujuan perancangan dari basis data?

- Memenuhi informasi yang berisikan kebutuhan-kebutuhan pengguna secara khusus dan aplikasi-aplikasinya.
- Memudahkan pengertian struktur informasi
- Mendukung kebutuhan-kebutuhan pemrosesan dan beberapa obyek penampilan (response time, processing time, dan storage space).

Apa itu Macro Lifecycle dan Micro Lifecycle, apa perbedaannya?

Siklus Kehidupan Sistem Informasi

Siklus kehidupan sistem informasi sering disebut macro lifecycle, dimana siklus kehidupan basis data merupakan micro lifecycle. Proses perancangan basis data merupakan bagian dari siklus hidup sistem informasi. lalu dimana perbedaan macro lifecycle dengan micro lifecycle? perbedaannya terdapat pada tahapan tahapannya, yang dijelaskan sebagai berikut :


Siklus Kehidupan Sistem Informasi (Macro Life Cycle )

Tahapan–tahapan yang ada pada siklus kehidupan sistem informasi yaitu :
1.  Analisa Kelayakan
Tahapan ini memfokuskan pada penganalisaan  areal aplikasi yang unggul , mengidentifikasi pengumpulan informasi dan penyebarannya, mempelajari keuntungan dan kerugian , penentuan kompleksitas data dan proses, dan menentukan prioritas aplikasi yang akan digunakan.
2.  Analisa dan Pengumpulan Kebutuhan Pengguna
Kebutuhan–kebutuhan yang detail dikumpulkan dengan berinteraksi pada sekelompok pemakai atau pemakai individu. Mengidentifikasikan masalah yang ada dan kebutuhan-butuhan, ketergantungan antar aplikasi, komunikasi dan prosedur laporan.
3.  Perancangan 
Perancangan terbagi menjadi dua yaitu :  perancangan sistem database dan  sistem aplikasi
4.  Implementasi 
Mengimplementasikan sistem informasi dengan database yang ada
5.  Pengujian dan Validasi
Pengujian dan validasi sistem database  dengan kriteria kinerja yang diinginkan  oleh pengguna.
6.  Pengoperasian dan Perawatan
Pengoperasian sistem setelah di validasi disertai dengan pengawasan dan perawatan sistem


Siklus Keh idupan Aplikasi Database ( Micro Life Cycle )

Tahapan yang ada pada siklus kehidupan aplikasi database yaitu :
1.  Pendefinisian Sistem
Pendefinisian ruang lingkup dari sistem database, pengguna dan aplikasinya. 
2.  Perancangan Database
Perancangan database secara logika dan fisik pada suatu sistem database sesuai dengan sistem manajemen database yang diinginkan.
3.  Implementasi Database 
Pendefinisian database secara konseptual, eksternal dan internal, pembuatan file–file database yang kosong  serta implementasi aplikasi software.
4.  Pengambilan dan Konversi Data
Database ditempatkan dengan baik, sehingga jika  ingin memanggil data secara langsung ataupun merubah file–file yang ada dapat di tempatkan kembali sesuai dengan format sistem databasenya. 
5.  Konversi Aplikasi
Software-software  aplikasi dari  sistem database sebelumnya di konversikan ke dalam sistem database yang baru.
6.  Pengujian dan Validasi
Sistem yang baru telah di test dan di uji kinerja nya .
7.  Pengoperasian
Pengoperasian database sistem dan aplikasinya.
8.  Pengawasan dan Pemeliharaan
Pengawasan dan pemeliharaan sistem database dan aplikasi software.

Lalu Langkah apa saja yang dilakukan pada saat pengumpulan dan analisa data?

Berikut aktifitas-aktifitas yang di lakukan pada saat pengumpulan dan analisa data :

1.  Menentukan kelompok pemakai dan bidang-bidang aplikasinya

Menentukan aplikasi utama dan kelompok user yang akan menggunakan basis data. Individu utama pada tiap-tiap kelompok pemakai dan bidang aplikasi yang telah dipilih merupakan peserta utama pada langkah-langkah berikutnya dari pengumpulan dan spesifikasi data.

2.  Peninjauan dokumentasi yang ada 

Dokumen yang ada yang berhubungan dengan aplikasi-aplikasi dipelajari dan dianalisa. Dokumen-dokumen lainnya (seperti : kebijaksanaan-kebijaksanaan, form, report, dan bagan organisasi) diuji dan ditinjau kembali untuk menguji apakah dokumen-dokumen tsb berpengaruh terhadap kumpulan data dan proses spesifikasi.

3.  Analisa lingkungan operasi dan pemrosesan data

Informasi yang sekarang dan yang akan datang dipelajari. Termasuk juga analisa jenis-jenis transaksi dan frekuensi-frekuensi transaksinya dan juga arus informasi dalam sistem. Input-output data untuk transaksi-transaksi tsb diperinci.

4.  Daftar pertanyaan dan wawancara

Tuliskan tanggapan-tanggapan dari pertanyaan-pertanyaan  yang telah dikumpulkan dari para pemakai basis data yang berpotensi. Ketua kelompok (individu utama) dapat diwawancarai sehingga input yang banyak dapat diterima dari mereka dengan memperhatikan informasi yang berharga dan mengadakan prioritas.


Apa yang dimaksud dengan Transaction Troughput?

Transaction Troughput merupakan salah satu petunjuk dalam pemilihan perancangan basis data secara fisik. lalu definisi dari Transaction Troughput ialah rata-rata jumlah transaksi yang dapat diproses per menit oleh sistem basis data dan merupakan parameter kritis dari sistem transaksi (misalnya : digunakan pada pemesanan tempat di pesawat, bank, dll). Hasil dari fase ini adalah penentual awal dari struktur penyimpanan dan jalur akses untuk file-file basis data.
Read More..
Sabtu, 18 Februari 2012 0 komentar

Sistem Basis dan Model Data

Sistem Basis dan Model Data akan lebih di perjelas pada postingan ini, mulai dari bagaimana Arsitektur system basis data? Lalu apa maksud dari model data? Apa yang membedakan model data object-oriented dan ER model ? Apa perbedaan model data relasional, jaringan dan hierarkis ? Sampai ke contoh database dan tabelnya.

Berikut penjelasannya dari pertanyaan pertanyaan diatas :
Di dalam sebuah DBMS terdapat beberapa arsitektur,  Arsitektur system basis data memberikan kerangka kerja bagi pembangunan basis data. Dan terbagi atas tiga level yaitu :

1. Internal/Physical Level: berhubungan dengan bagaimana data disimpan secara fisik (physical storage). Merupakan level terendah untuk merepresentasikan basis data. Record disimpan dalam media penyimpanan dalam format byte. Didefinisikan sebagai sebuah Skema Internal.

2. External /View Level : berhubungan dengan bagaimana data di representasikan dari sisi setiappengguna dan merupakan level pengguna. Yang dimaksud dengan pengguna adalah programmer, end user atau DBA. Setiap user mempunyai ‘bahasa’ yang sesuai dengan kebutuhannya. Untuk programmer, bahasa yang digunakan adalah bahasa pemrograman seperti C, COBOL, atau PL/I. Untuk end user, bahasa yang digunakan adalah bahasa query atau menggunakan fasilitas yang tersedia pada program aplikasi. Pada level eksternal ini, user dibatasi pada kemampuan perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan aplikasi basis data. Didefinisikan sebagai sebuah Skema Eksternal.

3. Conceptual/Logical Level : yang menghubungkan antara internal & external level. Conceptual level adalah sebuah representasi seluruh muatan informasi yang dikandung oleh basis data. Tidak seperti level eksternal maka pada level conceptual, keberadaannya tidak memperhitungkan kekurangan perangkat keras maupun perangkat lunak pembangun aplikasi basis data. Didefinisikan sebagai sebuah Skema Konseptual

Model Data 
Yaitu sekumpulan konsep-konsep untuk menerangkan data, hubungan-hubungan antara data dan batasan-batasan data yang terintegrasi di dalam suatu organisasi.

a. Entity-relationship Model
E-R model didasarkan atas persepsi terhadap dunia nyata yang terdiri dari sekumpulan objek, disebut entity (entitas) dan hubungan antar objek tersebut, disebut relationship. Entity adalah objek di dunia yang bersifat unik. Setiap entitas mempunyai atribut yang membedakannya dengan entitas lainnya. Contoh : entitas Mahasiswa, mempunyai atribut nama, umur, alamat no. ktm. Pemodelan data dengan model E-R menggunakan diagram E-R. Diagram E-R terdiri dari :

  • Kotak persegi panjang, menggambarkan himpunan antar entitas
  • Elip, menggambarkan atribut-atribut entitas
  • Diamon, menggambarkan hubungan antara himpunan entitas
  • Garis, yang menghubungkan antar objek dalam diagram E-R 


b. Object-Oriented Model
Model berorientasi objek berbasiskan kumpulan objek. Setiap objek berisi :
. Nilai yang disimpan dalam variable instant, dimana variable tersebut “melekat” dengan objek itu sendiri.
. Metoda : operasi yang berlaku pada objek yang bersangkutan. Objek-objek yang memiliki tipe nilai & metode yang sama dikelompokkan dalam satu kelas. Kelas disini mirip dengan tipe data abstrak pada bahasa pemrograman.
. Sending a message : sebuah objek dapat mengakses data sebuah objek yang lain hanya dengan memanggil metode dari objek tersebut.

c. Model-model lojik berbasis record
Data yang disimpan menggambarkan beberapa aspek dari suatu organisasi. Model data, adalah himpunan deksripsi data level tinggi yang dikonstruksi untuk menyembunyikan beberapa detail dari penyimpanan level rendah. Terdapat beberapa model dalam kelompok ini, antara lain :
  • Model Relasional ( Relational Model)
    Model basis data relasional merupakan model basis data dimana data disebar ke dalam tabel dua dimensi yang berupa dimensi baris / row (merupakan dimensi vertikal dari tabel) serta dimensi kolom (merupakan dimensi horizontal tabel). Setiap tabel terdiri atas kolom-kolom, dan setiap  kolom mempunyai nama yang unik.
    • Model relasional adalah model data yang paling banyak digunakan saat ini. Contoh :


  • Model Jaringan (Network Model )
    Data dalam model jaringan direpresentasikan dengan sekumpulan record (Pascal), dan relasi antara data direpresentasikan oleh record & link. Link dipandang sebagai pointer. Record-record diorganisasikan sebagai graf Model jaringan distandarisasi pada tahun 1971 oleh Data Base Task Group (DBTG). Itulah sebabnya disebut model DBTG. Model ini juga disebut model CODASYL (Conference on Data System Languages), karena DBTG adalah bagian dari CODASYL. Model ini menyerupai model hirarkis, dengan perbedaan suatu simpul anak bisa memilki lebih dari satu orang tua. Oleh karena sifatnya demikian, model ini bisa menyatakan hubungan 1:1 (satu arang tua punya satu anak), 1:M (satu orang tua punya banyak anak), maupun N:M (beberapa anak bisa mempunyai beberapa orangtua). Pada model jaringan, orang tua disebut pemilik dan anak disebut anggota.


  • Model Hirarki (Hirarchical Model)
    Merupakan model basis data yang terdiri atas sekumpulan record yang antara satu dengan yang lain dihubungkan melalui suatu link yang membentuk struktur hirarkis. Model ini biasa disebut model pohon karena strukturnya yang menyerupai pohon terbalik. Ciri khas dari model ini adalah hubungan transendental dimana simpul orangtua (pendahulu) hanya mempunyai satu hubungan dengan simpul dibawahnya(simpul anak).


berikut salah satu contoh database latihan dan tabel dengan format id_merek char 3 , nama char 3 yang sudah di buat pada software MySQL (Appserv)



Read More..
1 komentar

Penjelasan Tentang RDBMS


Pengertian tentang Relational Database Management System (RDBMS) atau Sistem Manajemen Basisdata Relasional adalah perangkat lunak untuk membuat dan mengelola database, sering juga disebut sebagai database engine. Istilah RDBMS, database server-software, dan database engine mengacu ke hal yang sama, sedangkan RDBMS bukanlah database. Beberapa contoh dari RDBMS diantaranya Oracle, Ms SQL Server, MySQL, DB2, Ms Access.

Relational Database Management System (RDBMS) adalah sebuah sistem yang secara otomatis menyatukan semua DBMS yang saling berhubungan. RDBMS biasanya menggunakan 4th Generation Languange (4GL) dan sangat fleksibel sehingga data dapat dimodifikasi dengan mudah, demikian pula dengan struktur databasenya.

PENGGUNAAN
Contoh penggunaan DBMS ada banyak sekali dan dalam berbagai bidang kerja, misalnya akuntansi, manajemen sumber daya manusia, dan lain sebagainya. Meskipun pada awalnya DBMS hanya dimiliki oleh perusahaan-perusahaan berskala besar yang memiliki perangkat komputer yang sesuai dengan spesifikasi standar yang dibutuhkan (pada saat itu standar yang diminta dapat dikatakan sangat tinggi) untuk mendukung jumlah data yang besar, saat ini implementasinya sudah sangat banyak dan adaptatif dengan kebutuhan spesifikasi data yang rasional sehingga dapat dimiliki dan diimplementasikan oleh segala kalangan sebagai bagian dari investasi perusahaan.




Tiga prinsip dalam RDBMS :
  • Data definition
    Mendefinisikan jenis data yang akan dibuat (dapat berupa angka atau huruf), cara relasi data, validasi data dan lainnya.
  • Data Manipulation
    Data yang telah dibuat dan didefinisikan tersebut akan dilakukan beberapa pengerjaan, seperti menyaring data, melakukan proses query, dsb.
  • Data Control
    Bagian ini berkenaan dengan cara mengendalikan data, seperti siapa saja yang bisa melihat isi data, bagaimana data bisa digunakan oleh banyak user, dsb.

Semua operasi input dan output yang berhubungan dengan database harus menggunakan DBMS. Bila pemakai akan mengakses database, DBMS menyediakan penghubung (interface) antara pemakai dengan database.
Read More..
Jumat, 17 Februari 2012 0 komentar

Mengenal Software DBMS dan Model Data

Pada postingan sebelumnya saya sudah membahas tentang Konsep Basis Data dan DBMS. setelah mengenal Konsep Basis Data dan DBMS maka sekarang masuk ke dalam penjelasan dan pengenalan Software DBMS dan Model data secara umum.


Ada beberapa contoh softtware DBMS yang sering di gunakan pada umunya, seperti :
1. Mysql
2. Oracle
3. Microsoft SQL server
4. dBase
5. IBM DB2
6. Visual Foxpro
7. Postrage SQL
8. Clipper
9. Firebird
10. Foxpro, dll

Masih banyak lagi contoh Software DBMS tapi dalam pembahasan ini saya hanya akan menjelaskan tentang 3 Software DBMS yang sering digunakan pada umumnya, di mulai dari penjelasan tentang Mysql :

1. MySQL 
Developer : MySQL AB
Link :www.mysql.com

adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL (bahasa Inggris: database management system) atau DBMS yang multithread, multi-user, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia. MySQL AB membuat MySQL tersedia sebagai perangkat lunak gratis dibawah lisensi GNU General Public License (GPL), tetapi mereka juga menjual dibawah lisensi komersial untuk kasus-kasus dimana penggunaannya tidak cocok dengan penggunaan GPL.
Kelebihan MySQL antara lain :
a.Software sumber terbuka dibawah lisensi GPL.
b. Free (bebas di download)
c. Stabil dan tangguh
d. Fleksibel dengan berbagai bahasa pemrograman
e. Mampu menangani basis data dalam skala besar
f. Mempunyai beberapa lapis sistem keamanan seperti subnetmask, host name, izin akses user serta sandi terenkripsi
g. Dukungan dari banyak komunitas dan kemudahan management data base serta mendukung transaksi.

2. Oracle Database
Developer : Oracle Corporation
Nama Oracle Database atau Oracle RDBMS adalah nama yang sangt diperhitungkan dalam dunia RDBMS. Oracle dikembangkan oleh Oracle Corporation. Oracle menyimpan data secara logika dalam bentuk tablespaces dan secara fisik dalam bentuk file-file data. Oracle dapat menyimpan dan store procedure dan fungsi secara mandiri
Kelebihan oracle :
  • Dapat bekerja dilingkungan client/server 
  • Mampu menangani manajemen space dan basis data yang besar 
  • Mendukung akses data secara simultan 
  • Performansi pemrosesan transaksi yang tinggi 
  • Fleksibilitas yaitu kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan berbagai kebutuhan dan kondisi. 
  • Skalabilitas yaitu mengacu pada kemampuan untuk terus berkembang. 
3. Microsoft SQL Server
Developer : Microsoft
Link :www.microsoft.com/sql 


Microsoft SQL Server adalah DBMS relational keluaran dari Microsoft seperti halnya Microsof Accesss. Bahasa query utama yang digunakan adalah varian dari ANSI SQL yang disebut sebagai T-SQL (Transact-SQL). Bahasa ini membolehkan user untuk membuat stored procedure sehingga meningkatkan efisiensi akses dengan basis data.

Kelebihan  Microsoft SQL Server :
• Cocok untuk perusahaan dengan skala kecil, menengah, dan besar sehingga mampu untuk mengolah data dengan jumlah yang besar.
• Memiliki kemampuan untuk management user dan tiap user bisa diatur hak akses terhadap suatu database oleh database administrator.
• Untuk diterapkan pada pembangunan suatu program aplikasi, akan mudah dalam melakukan koneksi dengan computer client yang pembangunan aplikasinya menggunakan software yang sama platform dengan MS-SQL, misalnya Microsoft Visual Basic.
• Memiliki tingkat pengamanan / security data yang baik.
• Memiliki kemampuan untuk back-up data, rollback data, dan recovery data.
• Memiliki kemampuan untuk membuat database mirroring dan clustering.

Setelah mengetahui apa saja software software DBMS, maka selanjutnya penjelasan tentang model model data. Di dalam DBMS terdapat beberapa arsitektur.
Arsitektur system basis data memberikan kerangka kerja bagi pembangunan basis data. Dan terbagi atas tiga level yaitu :

1. Internal/Physical Level: berhubungan dengan bagaimana data disimpan secara fisik (physical storage). Merupakan level terendah untuk merepresentasikan basis data. Record disimpan dalam media penyimpanan dalam format byte. Didefinisikan sebagai sebuah Skema Internal.

2. External /View Level : berhubungan dengan bagaimana data di representasikan dari sisi setiap pengguna dan merupakan level pengguna. Yang dimaksud dengan pengguna adalah programmer, end user atau DBA. Setiap user mempunyai ‘bahasa’ yang sesuai dengan kebutuhannya. Pada level eksternal ini, user dibatasi pada kemampuan perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan aplikasi basis data. Didefinisikan sebagai sebuah Skema Eksternal.

3. Conceptual/Logical Level : yang menghubungkan antara internal & external level. Conceptual level adalah sebuah representasi seluruh muatan informasi yang dikandung oleh basis data. Didefinisikan sebagai sebuah Skema Konseptual

Model Data 

a. Entity-relationship Model
E-R model didasarkan atas persepsi terhadap dunia nyata yang terdiri dari sekumpulan objek, disebut entity (entitas) dan hubungan antar objek tersebut, disebut relationship. Pemodelan data dengan model E-R menggunakan diagram E-R. Diagram E-R terdiri dari :
  • Kotak persegi panjang, menggambarkan himpunan antar entitas
  • Elip, menggambarkan atribut-atribut entitas
  • Diamon, menggambarkan hubungan antara himpunan entitas
  • Garis, yang menghubungkan antar objek dalam diagram E-R 
b. Object-Oriented Model
Model berorientasi objek berbasiskan kumpulan objek. Setiap objek berisi :
. Nilai yang disimpan dalam variable instant, dimana variable tersebut “melekat” dengan objek itu sendiri.
. Metoda : operasi yang berlaku pada objek yang bersangkutan.
. Sending a message : sebuah objek dapat mengakses data sebuah objek yang lain hanya dengan memanggil metode dari objek tersebut.

c. Model-model lojik berbasis record
Data yang disimpan menggambarkan beberapa aspek dari suatu organisasi. Model data, adalah himpunan deksripsi data level tinggi yang dikonstruksi untuk menyembunyikan beberapa detail dari penyimpanan level rendah. Terdapat beberapa model dalam kelompok ini, antara lain :
  • Model Relasional ( Relational Model )
  • Model Jaringan ( Network Model ) 
  • Model Hirarki ( Hirarchical Model ) 
    Read More..
    Jumat, 10 Februari 2012 2 komentar

    Konsep Basis Data dan DBMS


    Apa itu basis data? Apa berbedaanya dengan DBMS?

    Pasti masih banyak yang bingung apa itu basis data, dan apa perbedaannya dengan DBMS? Mari kita lihat penjelasannya di bawah ini.

    Data adalah fakta mengenai objek, orang, dan lain-lain. Sedangkan Informasi  adalah hasil analisis dan sintesis terhadap data.  Basis data / Database adalah kumpulan data yang saling berhubungan dan disimpan secara bersama tanpa adanya pengulangan data (redudansi data). Sebuah basis data dapat dibuat secara manual atau terkomputerisasi, buku telepon dan agenda/diary merupakan basisdata manual.

    Yang Berkepentingan Dengan Basis Data
    Orang-orang yang berkepentingan dengan Basis Data meliputi :
    •  Pemakai akhir dan vendor DBMS
    •  Programmer aplikasi basis data
    •  Administrator Basis Data (Database Administrator)

    Sistem Basis Data adalah system terkomputerisasi yang tujuan  utamanya adalah memelihara informasi dan membuat informasi tersebut tersedia saat  dibutuhkan.
    Manajemen Sistem Basis Data (Database Management System DBMS)
    adalah perangkat lunak atau program aplikasi yang didesain untuk membantu dalam hal pemeliharaan dan utilitas kumpulan data dalam jumlah besar. DBMS dapat menjadi alternative  penggunaan secara khusus untuk aplikasi, semisal penyimpana n data dalam fiel dan  menulis kode aplikasi yang spesifik untuk pengaturannya.

    Bagaimana perkembangan basis data hingga saat ini?

    Setelah kita tahu dan mengerti tentang definisi basis data dan definisi DBMS. setelah itu mari kita bahas tentang perkembangan basis data itu sendiri.
    Tahun 1960-an
    • DBMS
    • Sistem Pemrosesan Berkas
    • Layanan Informasi Secara Online Berbasis Manajemen Teks
    Tahun 1970-an
    • Penerapan sistem pakar pada suatu sistem pendukung pengambilan keputusan
    • Basis data berorientasi Objek
    Tahun 1980-an
    • Sistem hyperteks, yang memungkinkan untuk melihat basis data secara acak menurut suatu kunci (seperti yang diterapkan di internet)
    Tahun 1990-an
    • Sistem basis data cerdas
    • Sistem basis multimedia Cerdas
    Perkembangan basis data dimulai sejak tahun 1960-an seiring dengan perkembangan teknologi komputer. Model data yang berkembang saat itu ialah model hierarki atau model tree.  Selanjutnya pada tahun 1970-an, mulai berkembang model data relasional dengan penggunaan model Entity-Relationship (E-R model). Pada saat itu berkembang pula Oracle, Informix, Sybase dll. Pada tahun 1980-an muncul penggunaan basis data yang terdistribusi dan penggunaan bahasa query yang standard yakni SQL. Model penggunaan basis data secara client-server mulai berkembang di tahun 1990 seiring dengan perkembangan dunia internet dan hingga tahun 2000-an, basis data tidak hanya digunakan pada media PC namun sudah berkembang pada media layanan gerak yang disebut mobile-Database.

    Apa keuntungan menggunakan basis data yang terkomputerisasi?

    lalu bagaimana keuntungan menggunakan basis data, mari kita bahas kembali.

    1. Controlling redundancy

    Redundansi terjadi jika banyak data disimpan dua kali dalam tabel untuk setiap kelompok pengguna. Beberapa masalah yang timbul yaitu kebutuhan untuk update data secara logika menjadi berulang2 dan ruang penyimpanan yang besar ketika data yang sama disimpan berulang2. Tabel yang berisi data yang sama, menjadi tidak konsisten.

    2. Restricting unauthorized access

    Ketika banyak pengguna berbagi basis data, ada beberapa pengguna yang tidak diberi hak /otorisasi untuk mengakses semua informasi dari basis data. Beberapa pengguna mungkin diijinkan untuk pengambilan / retrieve data, meskipun yang lainnya diijinkan untuk pengambilan dan perubahan data (retrieve dan update). DBMS menyediakan fungsi keamanan dan subsistem otorisasi dan digunakan oleh DBA (Database Administrator) untuk membuat account dengan batasan2nya.

    3. Providing persistent storage for program object and data structures

    Ini yang mengawali sistem basis data berorientasi objek. Misal tipe record dalam pascal atau definisi kelas di C++. Nilai dari variable program dihilangkan setiap program selesai, kecuali pemrogram menyimpannya secara permanen dalam file, yang biasanya dikonversi ke format yang sesuai. Untuk membacanya, pemrogram harus mengkonversi dari format file ke struktur variabel program. Objek ini disebut persistence.

    4. Permitting inferencing and actions using rules

    Sistem basis data deduktif memiliki kemampuan mendefinisikan rule deduksi untuk mendapatkan informasi baru.

    5. Providing multiple user interfaces

    Karena banyak tipe pengguna dengan level pengetahuan teknik yang bermacam2 dalam menggunakan basis data, DBMS perlu menyediakan antarmuka pengguna yang bermacam2 pula, yaitu bahasa query bagi casual user; bahasa pemrograman interface untuk programmer; form dan kode perintah bagi parametric user; menu-driven interface dan natural-language interface (atau yang dikenal GUI) bagi stand-alone user.

    6. Representing complex relationships among data

    Basis data terdiri dari bermacam2 data yang saling berhubungan. DBMS memiliki kemampuan untuk mewakili bermacam2 hubungan yang kompleks diantara data secara mudah dan efisien.

    7. Enforcing integrity constraints

    DBMS memiliki kemampuan untuk membuat suatu integrity constraint. Tipe yang paling sederhana dari integrity contraint adalah menspesifikasikan tipe data untuk setiap item data. Misal item data untuk program studi yang boleh disimpan adalah character 1 hingga 5, nilai ‘nama’ harus char dan tidak lebih dari 30 karakter.

    8. Providing backup and recovery

    Backup dan recovery merupakan fasilitas yang harus disediakan DBMS. Misal jika sistem komputer gagal saat sedang mengupdate program, sub sistem recovery bertanggungjawab untuk memperbaiki atau memastikan basis data direstore ke keadaan sebelum program dieksekusi kembali. Atau sub sistem recovery memastikan bahwa program diresume dari keadaan dimana diinterupsi sehingga basis data dapat menyimpannya.

    Siapa saja pelaku yang terlibat dalam lingkungan basis data?

    1. Database Administrator (DBA)
       
        Dalam sebuah lingkungan basis data, yang menjadi sumber utama adalah basis data itu sendiri dan sumber keduanya adalah DBMS. Pengaturan sumber ini sering dilakukan oleh seorang DBA (Database Administrator).  DBA bertanggungjawab atas otorisasi akses yang menuju ke basis data, lalu mengkoordinir dan memonitori penggunaannya dan mendapatkan sumber perangkat keras dan perangkat lunak yang dibutuhkannya. DBA bertanggungjawab atas masalah-masalah seperti pelanggaran keamanan atau waktu respon sistem yang buruk.

    2. Database Designer
       
        Database Designer bertanggungjawab atas identifikasi data yang disimpan dalam basis data dan pemilihan struktur yang sesuai untuk mewakili dan menyimpan data ini. Selain itu juga bertanggungjawab untuk mengkomunikasikan semua user basis data untuk memahami kebutuhannya, dan mencapai desain yang sesuai dengan kebutuhan user.

    3. System analyst and Programmers (software engineers)

        System analyst berfungsi untuk menentukan spesifikasi dan jalannya aplikasi perangkat lunak yang dipahami oleh semua kelompok user, sedangkan Programmers berfungsi untuk mengimplementasikan spesifikasi ini dalam bentuk aplikasi perangkat lunak yang kemudian diuji dan didokumentasikan. Programmers perlu berkomunikasi dengan desainer basisdata.

    4. Operators and maintenance personnel

        Pelaku ini bertanggungjawab atas pemenuhan kebutuhan perangkat keras dan lunak dari sistem basis data yang dijalankan.
    Read More..
     
    ;